
Mata kucing atau anjing yang merah, berair, dan sering menyipit tidak selalu mengalami iritasi ringan. Gejala tersebut juga dapat menandakan luka pada kornea mata.
Sebagian pemilik mungkin langsung menggunakan obat tetes mata untuk mengurangi kemerahan. Padahal, obat tetes mata yang mengandung steroid dapat memperburuk luka kornea apabila penggunaannya tidak sesuai dengan kondisi mata.
Oleh karena itu, pemeriksaan dokter hewan sangat penting sebelum pemilik memberikan obat mata kepada anabul.
Apa Itu Luka Kornea pada Hewan?
Kornea merupakan lapisan bening yang melindungi bagian depan mata. Lapisan ini juga membantu memfokuskan cahaya agar hewan dapat melihat dengan jelas.
Ketika kornea mengalami luka atau kehilangan sebagian lapisan permukaannya, dokter menyebut kondisi tersebut sebagai ulkus kornea.
Beberapa faktor dapat menyebabkan luka kornea, antara lain:
- Goresan kuku atau benda asing.
- Trauma akibat perkelahian.
- Gesekan bulu mata atau kelopak mata.
- Produksi air mata yang kurang.
- Infeksi tertentu pada mata.
- Gangguan pada permukaan kornea.
Luka kornea dapat menimbulkan rasa nyeri yang cukup berat, meskipun ukuran lukanya terlihat kecil.
Mengapa Obat Tetes Mata Steroid Bisa Berbahaya?
Dokter hewan terkadang menggunakan obat mata yang mengandung kortikosteroid untuk menangani peradangan tertentu.
Namun, kortikosteroid umumnya tidak boleh digunakan pada mata yang mengalami ulkus kornea aktif.
Steroid dapat menghambat proses perbaikan jaringan kornea. Selain itu, obat ini dapat menurunkan respons pertahanan lokal dan meningkatkan risiko komplikasi infeksi.
Pada kondisi tertentu, penggunaan steroid dapat mempercepat kerusakan jaringan kornea. Luka yang semakin dalam bahkan dapat menyebabkan perforasi atau kebocoran bola mata.
Karena itu, pemilik tidak boleh menggunakan obat tetes mata steroid tanpa pemeriksaan dan arahan dokter hewan.
Kenali Gejala Luka Kornea pada Kucing dan Anjing
Pemilik perlu memperhatikan beberapa tanda berikut:
- Mata terlihat merah atau berair.
- Hewan sering menyipitkan atau menutup mata.
- Hewan menggosok mata menggunakan kaki.
- Permukaan mata terlihat keruh atau kebiruan.
- Mata mengeluarkan kotoran atau cairan berlebihan.
- Hewan menghindari cahaya karena merasa nyeri.
Pada kasus yang lebih berat, pemilik mungkin melihat perubahan bentuk atau permukaan mata.
Jangan menunggu hingga mata terlihat sangat keruh. Luka kornea membutuhkan pemeriksaan sedini mungkin.
Bagaimana Dokter Hewan Memeriksa Luka Kornea?
Dokter hewan akan mengevaluasi kondisi mata dan mencari kemungkinan penyebab luka.
Salah satu pemeriksaan yang sering membantu diagnosis adalah tes fluorescein.
Dokter menggunakan pewarna khusus untuk membantu memperlihatkan area kornea yang kehilangan lapisan pelindungnya.
Selain itu, dokter dapat memeriksa kelopak mata, produksi air mata, serta kondisi permukaan mata sesuai kebutuhan.
Hasil pemeriksaan membantu dokter menentukan jenis obat dan langkah penanganan yang tepat.
Bagaimana Penanganan Luka Kornea pada Hewan?
Penanganan bergantung pada kedalaman luka, penyebab, dan kondisi mata pasien.
Dokter hewan dapat merekomendasikan:
- Obat mata yang sesuai dengan kondisi kornea.
- Pengendalian nyeri.
- Elizabethan collar untuk mencegah hewan menggosok mata.
- Pemeriksaan ulang guna memantau penyembuhan.
- Tindakan bedah pada luka yang dalam atau berisiko mengalami perforasi.
Tidak semua luka kornea membutuhkan penanganan yang sama. Oleh karena itu, hindari penggunaan obat mata sisa pengobatan sebelumnya.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Anabul Mengalami Mata Merah?
Segera konsultasikan kondisi mata kepada dokter hewan, terutama jika anabul menyipitkan mata, tampak kesakitan, atau mengalami perubahan pada permukaan kornea.
Sementara menunggu pemeriksaan, cegah hewan menggosok mata dan jangan memberikan obat tetes yang mengandung steroid tanpa arahan dokter.
Jika hewan sudah menggunakan obat tersebut, informasikan nama obat dan waktu pemberiannya kepada dokter hewan.
Kesimpulan
Obat tetes mata steroid memiliki manfaat untuk kondisi mata tertentu. Namun, penggunaan pada mata dengan ulkus kornea dapat menghambat penyembuhan dan meningkatkan risiko kerusakan serius.
Mata merah tidak selalu membutuhkan obat yang sama. Pemeriksaan dokter hewan membantu menentukan penyebab gangguan dan memilih pengobatan yang aman.
Konsultasi Kesehatan Mata di W’Care Vet Clinic & Lab
Apakah mata kucing atau anjing terlihat merah, berair, keruh, atau sering menyipit?
Konsultasikan kondisinya dengan dokter hewan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan sesuai kebutuhan.
W’Care Vet Clinic & Lab
Alamat: Jl. Peta Barat No.44, Pegadungan, Kec. Benda, Jakarta Barat 11830
WhatsApp: 0819-7900-1611https://wcarevet.com/
Jam operasional: Setiap hari, pukul 09.00–21.00 WIB.






